Cerita Dibalik Foto Prewedding Unik Winartha

Posted by on December 8, 2011 in Blog, Catatan dyudo | 0 comments

Cerita Dibalik Foto Prewedding Unik Winartha

Foto prewedding unik ini ternyata punya cerita panjang dibalik pembuatannya.

Lima tahun lalu saya dan Artha terkesima melihat foto nikah saudara salah seorang kawan kami. Foto unik itu dokumentasi paska pernikahan mereka yang ternyata sepasang pecinta alam. Dengan latar gunung dan rimba, pasangan itu berkebaya-batik dan menyandang carrier di punggungnya. Gokil!
Foto yang sederhana, dengan eksekusi ala kadarnya dan cenderung asal menurut saya. Namun imajinya masih terekam jelas di otak saya sampai sekarang. Alkisah, setelah melihat foto itu maka direncanakanlah bahwa foto prewedding unik Artha dan Wina harus diambil di Ranu Kumbolo –sebuah danau di jalur pendakian ke puncak Semeru.

Penghujung 2008, rencana pernikahan kedua sahabat saya makin serius. Alhasil saya masuk daftar kontak mereka dengan tugas utama apalagi kalau bukan foto prewedding. Namun sayangnya karena jarak yang berjauhan, serta rutinitas kerja masing-masing tidak memungkinkan kami untuk melakukan pemotretan sembari hiking ke kaki gunung di belakang rumah itu. Mereka akhirnya menyerahkan penuh kepada saya untuk mencari konsep foto prewedding baru.

Sebenarnya saya punya 2 bulan untuk memikirkan konsep foto prewedding unik mereka, tapi kian dekat ke hari – H saya makin gelisah karena ide-ide yang muncul belum juga memuaskan. Sebab utamanya karena saya sudah mengenal dekat keduanya lebih dari 10 tahun. Imajinasi di kepala saya berantakan karena muncul kesadaran bahwa tidak ada sebuah lokasi yang bisa tuntas mewakili perjalanan cinta mereka sekaligus menggambarkan bagaimana saya mengenal keduanya.
Maka inilah yang terjadi, …ketika penerbangan terakhir yang akan membawa saya ke Surabaya menemui mereka terkena delay, all of a sudden terlintaslah ide ini. Saya menyebutnya, Elements of Happiness.
Keesokan harinya ide ini saya presentasikan di depan mereka, dan langsung disetujui! Hari itu kami memilih rehat dan mempersiapkan properti pendukung, pemotretan kami jadwalkan hari berikutnya.

Elements of happiness ternyata adalah pemahaman saya tentang hubungan kedua sahabat ini. Dalam benak saya, bukan lagi cinta atau romantisme ragawi yang harus divisualisasikan dalam foto prewedding unik mereka, tetapi konsep percintaan mereka. Intinya bagaimana menikmati kesenangan, kebahagiaan, keceriaan : BERDUA di tiap-tiap hari yang mereka lalui. Element of happiness adalah music, gadget, traveling, sport, food and movies. Tantangannya adalah mengekspresikan keceriaan yang ditimbulkan oleh elemen-elemen itu.
Saya memilih background putih, netral, bernuansa bersih, simpel dan ringan; selain agar kedua pasangan kita ini lebih menonjol dalam frame.

Music adalah sesi pertama kami. Selera musik mereka tidak terlalu jauh dari saya, light jazzy dengan nada-nada yang catchy adalah favorit keduanya. Singkatnya mereka termasuk manusia yang tidak bisa hidup tanpa (menikmati) musik. Musik adalah bagian hidup mereka. Kami menyelesaikan sesi pertama ini diiringi lengkingan suara Tompi dari laptop yang menggairahkan suasana pemotretan.

Di sesi gadget, bukannya ingin menampilkan pribadi sok techie yang selalu tampil dengan teknologi terbaru. Pesan yang ingin saya sampaikan adalah gadget sebagai alat penghubung ketika mereka harus long distant. Inilah percintaan era digital. Andai saat itu mediumnya surat konvensional tentu visualisasinya akan lain, tapi saya tahu Artha tidak terlalu bagus dalam menulis. Hahaha…

Di sesi traveling, yang unik si pria kekeuh berpakaian compang-camping. Pakaian yang penuh sejarah untuknya, baju yang menjadi saksi bisu petualangannya. Saya menggambarkan petualangan ala backpackers, namun tentu saja dengan si perempuan yang selalu tergoda ritual shopping.

Soal sport jelas akan terkutuk jika saya berani menghilangkan elemen ini. Bagaimana tidak, Artha adalah point guard di tim basket SMA kami. Dan seperti kebanyakan pebasket, ia juga selebriti kecil sekolah, untunglah ia pribadi yang rendah hati dan menikmati popularitas secukupnya. Sedangkan Wina aktif di ekskul tari kontemporer dan tentunya grouppies tim basket sekolah.

Berikutnya adalah sesi food, penggemar makanan sejati. Makanan favorit tentu saja agak sulit divisualisasikan, bayangkan jika harus ada nasi kebuli, kare kambing, rawon, sop konro, atau kepiting dan aneka seafood lainnya. Untuk itu kami sepakat sesi makanan diwakili gula-gula, ice cream, dan DUREN! Makanan selain jadi properti penting juga memicu mereka untuk mengeluarkan eskpresi dari interaksinya.

Karena satu hal sesi movie belum selesai editingnya, mungkin suatu ketika akan jadi kejutan buat mereka. Maka inilah foto-foto mereka saat pemotretan. Orisinil dan sederhana, dengan keceriaan yang tidak dibuat-buat. Beruntunglah kami punya sahabat yang mau merelakan studionya diacak-acak, K.Danie rekan hunting dan tukar pikiran saya soal foto. Setidaknya butuh 4 jam untuk menyelesaikan pemotretan ini.

Selesai sudah tugas saya. Walau begitu saya masih membayangkan kami kembali ke lereng Semeru, untuk postwedding photo bersama para junior mungkin? Siapa tahu! Sayup-sayup dari speaker cempreng di meja sebelah Ari Lasso menyanyikan Mahameru

Foto-foto prewedding Wina & Artha dapat dilihat galeri berikut : Foto Prewedding Unik Wina & Artha.

Dimas Yudo Pratomo (dyudo), fotografer lepas, tinggal di Jakarta. Gaya uniknya adalah gabungan kemampuan fotografi, digital imaging dan personal taste dari hati. Sebuah foto baginya, adalah cara berkomunikasi dan sebuah pernyataan kreativitas. Kontak via email ke info[at]dyudo.com atau twitter @dyudo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>