Teknik Fotografi (1) – Pemahaman Dasar

Posted by on December 10, 2011 in Blog, Tutorial dyudo | 1 comment

Teknik Fotografi (1) – Pemahaman Dasar

Teknik fotografi dasar sudah banyak diulas, tapi tidak ada salahnya untuk menuliskannya lagi dengan cara yang lebih sederhana versi dyudo. Ini sekaligus memenuhi permintaan teman-teman yang mulai belajar fotografi. Yuk kita belajar bareng!

Peringatan : bagian 1 ini isinya melulu teori.

Pengertian Fotografi

Foto (cahaya) grafi (gambar), untuk mudahnya kita terjemahkan sebagai “menggambar dengan cahaya”. Poin pentingnya : memotret itu butuh cahaya; jika film/sensor diibaratkan kertas gambar, cahaya ibarat spidol. Kebayang kan gimana menggambar kalo spidolnya soak?

Poin pentingnya : memotret itu butuh cahaya; jika film/sensor diibaratkan kertas gambar, cahaya ibarat spidol.

Begitulah sebabnya kenapa memotret di tempat remang itu “sulit”.

Penting diingat, adalah pantulan cahaya yang membuat mata kita bisa melihat sebuah obyek. Cahaya dipancarkan sumbernya, mengenai permukaan obyek, dipantulkan dan masuk ke mata untuk kemudian diterjemahan sebagai pengelihatan.

Itu sebabnya kalau memotret melawan sumber cahaya (backlight) obyek dalam foto jadi gelap.

Bagaimana kamera bekerja?

Akhirnya artikel teknik fotografi ini mulai ngomongin kamera juga ya? :)
Masih ingat dengan pantulan cahaya dari obyek? Nah, kamera bertugas menangkap dan merekamnya. Badan kamera itu sendiri berfungsi sebagai ruang kedap cahaya. Cahaya tidak ada yang boleh masuk, kecuali yang ditujukan untuk membuat gambar.
Pantulan cahaya masuk ke lensa yang bertugas memfokus dan meneruskannya ke filem/sensor.
Sebelum sampai sensor ada diafragma yang bertugas mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan rana yang mengatur berapa lama cahaya boleh mengenai sensor/ filem.

Kurang lebih alurnya seperti ini,

Pantulan Cahaya —> lensa —> diafragma —> rana —-> sensor/film.

photo : howstuffworks.com

Bayangkan mata kita menatap sebuah sumber cahaya kuat, reflek mata akan otomatis mengecilkan pupil dan memicingkan kelopak mata, sebaliknya ditempat gelap pupil dan kelopak mata akan berusaha membuka selebar mungkin. Kurang lebih seperti itu kerja diafragma dan rana.

Buat yang belum tahu, diafragma disebut juga aperture, rana biasanya disebut juga shutter. Sama saja ya! Jelas? (Seorang teman pernah bertanya bedanya mengatur diafragma dan aperture, semoga tidak terjadi lagi).

Akhirnya kita mengenal 2 elemen penting kamera, diafragma dan rana. Apa sebenarnya duo penting itu dan bagaimana aplikasinya saat memotret ? Kita lanjutkan di posting Teknik Fotografi (2).

Layak di-googling untuk memperluas pengetahuan tentang fotografi:
Obscura, Joseph Niepce, Daguerreotype, George Eastman, Kodak DCS 100.

Bersambung ke Teknik Fotografi (2) Diafragma & Shutter Speed

Posted with WordPress for BlackBerry.

Dimas Yudo Pratomo (dyudo), fotografer lepas, tinggal di Jakarta. Gaya uniknya adalah gabungan kemampuan fotografi, digital imaging dan personal taste dari hati. Sebuah foto baginya, adalah cara berkomunikasi dan sebuah pernyataan kreativitas. Kontak via email ke info[at]dyudo.com atau twitter @dyudo

1 Comment

  1. Hihihihihihihiii..
    Yo wes, gitu aja sih..

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>