Teknik Fotografi (1) – Pemahaman Dasar
Teknik fotografi dasar sudah banyak diulas, tapi tidak ada salahnya untuk menuliskannya lagi dengan cara yang lebih sederhana versi dyudo. Ini sekaligus memenuhi permintaan teman-teman yang mulai belajar fotografi. Yuk kita belajar bareng!
Peringatan : bagian 1 ini isinya melulu teori.
Pengertian Fotografi
Foto (cahaya) grafi (gambar), untuk mudahnya kita terjemahkan sebagai “menggambar dengan cahaya”. Poin pentingnya memotret itu butuh cahaya; jika film/sensor diibaratkan kertas gambar, cahaya ibarat spidol. Kebayang kan gimana menggambar kalo spidolnya soak?
Begitulah sebabnya kenapa memotret di tempat remang itu “sulit”.
Penting diingat, adalah pantulan cahaya yang membuat mata kita bisa melihat sebuah obyek. Cahaya dipancarkan sumbernya, mengenai permukaan obyek, dipantulkan dan masuk ke mata untuk kemudian diterjemahan sebagai pengelihatan.
Itu sebabnya kalau memotret melawan sumber cahaya (backlight) obyek dalam foto jadi gelap.
Bagaimana kamera bekerja?
Akhirnya artikel teknik fotografi ini mulai ngomongin kamera juga ya? ![]()
Masih ingat dengan pantulan cahaya dari obyek? Nah, kamera bertugas menangkap dan merekamnya. Badan kamera itu sendiri berfungsi sebagai ruang kedap cahaya. Cahaya tidak ada yang boleh masuk, kecuali yang ditujukan untuk membuat gambar.
Pantulan cahaya masuk ke lensa yang bertugas memfokus dan meneruskannya ke filem/sensor.
Sebelum sampai sensor ada diafragma yang bertugas mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan rana yang mengatur berapa lama cahaya boleh mengenai sensor/ filem.
Kurang lebih alurnya seperti ini,
Pantulan Cahaya —> lensa —> diafragma —> rana —-> sensor/film.
Bayangkan mata kita menatap sebuah sumber cahaya kuat, reflek mata akan otomatis mengecilkan pupil dan memicingkan kelopak mata, sebaliknya ditempat gelap pupil dan kelopak mata akan berusaha membuka selebar mungkin. Kurang lebih seperti itu kerja diafragma dan rana.
Buat yang belum tahu, diafragma disebut juga aperture, rana biasanya disebut juga shutter. Sama saja ya! Jelas? (Seorang teman pernah bertanya bedanya mengatur diafragma dan aperture, semoga tidak terjadi lagi).
Akhirnya kita mengenal 2 elemen penting kamera, diafragma dan rana. Apa sebenarnya duo penting itu dan bagaimana aplikasinya saat memotret ? Kita lanjutkan di posting Teknik Fotografi (2).
Layak di-googling untuk memperdalam pemahaman teknik fotografi:
Obscura, Joseph Niepce, Daguerreotype, George Eastman, Kodak DCS 100.
Bersambung…
Posted with WordPress for BlackBerry.